Penulis: Rachmat Muslim
Aktivitas yang terlampau padat terkadang membuat pemilik mobil lalai melakukan perawatan penting pada kendaraan, yaitu mengganti oli mesin. Jika seharusnya diganti setiap bulan, dengan alasan sibuk, sudah tiga bulan oli masih belum juga diperbarui. Padahal, jika terus ditunda akan berdampak buruk bagi mesin kendaraan.
Dodi Hermawan, mekanik di Bengkel Oto Trust 55 mengungkapkan, tidak mengganti oli secara teratur bisa menyebabkan masalah serius pada mesin. Yakni, mempercepat penurunan performa dan tenaga mesin, serta mempercepat umur pakai mesin.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik mobil mengecek melakukan pengecekan berkala terhadap oli mobil. Adapun cara yang paling mudah untuk mengecek atau mengetahui kapan harus menggantinya adalah dengan menghitung jarak tempuh sebagaimana yang tertera di buku panduan keluaran pabrik.
Oli sekarang umumnya diganti jika sudah menempuh jarak 10.000 km. "Kalau telambat sekitar 1.000-2.000 km belum ada masalah, paling hanya kotor saja mesinnya, dilakukan carbon clean juga sudah bersih kembali," ujar Dodi kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.
Keterlambatan penggantian oli, tegasnya, bisa menyebabkan goresan pada piston. Sebab oli memiliki zat pelindung yang lama-lama akan habis. Sehingga, menyebabkan gesekan antarbesi. "Hasilnya, mesin tidak bisa berjalan normal dan menyebabkan turun mesin," ungkapnya.
Selain jarak tempuh, untuk mengetahui kondisi oli, bisa juga dilihat pada warnanya. Apabila warna oli masih cokelat kekuningan, bisa dikatakan masih layak pakai. "Kalau warnanya hitam pekat atau putih, berarti sudah harus segera diganti," tegasnya.
Untuk menggantinya, Dodi mengingatkan agar pengendara tidak salah memilih pelumas. Pemilik kendaraan harus lebih dahulu melihat oli dengan spesifikasi yang cocok untuk mobilnya. Jika salah, mesin tidak akan bekerja optimal.
"Mahal belum tentu baik untuk kendaraan. Jangan termakan merek, lihat dulu spesifikasi oli dan mobilnya," terang Dodi.
Untuk mengetahui apakah oli tersebut cocok atau tidak untuk mobil yang Anda miliki adalah dengan memahami spesifikasi mesin seperti yang tertera pada buku panduan mobil. "Semua oli pada dasarnya sama, yang penting apakah cocok untuk mesin mobil kita," jelasnya.
Selain itu, kekentalan oli juga harus diperhatikan. Kode kekentalan oli mesin adalah SAE yang biasanya tertera di kemasan. Nilai SAE berupa angka yang menandakan seberapa kental oli mesin tersebut.
"Semakin besar angka yang tertera, maka semakin kental oli mesin tersebut, begitu juga sebaliknya," tuturnya.
Jika mobil tersebut merupakan kendaraan yang berfungsi sebagai kendaraan operasional dan digunakan setiap hari, sebaiknya menggunakan oli dengan kekentalan tinggi. "Oli dengan kekentalan yang tinggi tidak mudah menguap pada temperatur tinggi dan lebih awet jika digunakan pada kendaraan dengan jam operasional tinggi," paparnya.
Sumber :
https://id.berita.yahoo.com/cara-mudah-memilih-oli-mobil-142818455.html
PNPM Mandiri Perkotaan
Bersama Membangun Kemandirian
Rabu, 07 Mei 2014
Minggu, 04 Mei 2014
HARAPAN MEMILIKI AKSES JALAN YANG BAIK MENJADI KENYATAAN
KOTA SINGKAWANG. Masyarakat RT 27 RW 14 Kelurahan
Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang sebagian besar
bermata pencaharian sebagai petani, namun salah satu keluhan dan kendala yang mereka hadapi selama ini adalah salah satu akses jalan yang terdapat di lingkungan mereka yang belum baik apalagi jika dalam musim penghujan karena akan licin dan sulit untuk dilewati. Sudah cukup lama warga berharap dilakukannya pembangunan salah sau jalan untuk peningkatan kondisi jalan
tanah menuju kebun mereka tersebut agar kualitasnya lebih baik. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, melalui Program PNPM Mandiri Perkotaan, mimpi mereka pun menjadi kenyataan.
Dengan telah direalisasikannya usulan warga berupa
jalan beton sepanjang 100 meter dan lebar 1,2 m dalam BLM Tahap 1 Tahun 2013 PNPM
Mandiri Perkotaan di RT 27, harapan mereka pun terwujud. Salah satu manfaat yang dirasakan oleh masyarakat
dengan diperbaikinya jalan tersebut adalah keberadaannya yang sangat membantu akses
warga baik untuk ke lokasi kebun untuk bekerja, untuk anak-anak berangkat ke
sekolah serta sebagai jalan pintas menuju Kelurahan Semelagi Kecil.
Sebagai pelaksana kegiatan, setelah melalui tahapan
penilaian oleh LKM Merah Putih ditetapkanlah KSM Mekar Jaya yang
diketuai Bapak Pawadi yang beranggotakan 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Jalan beton sepanjang 100 m lebar 1,2 m di RT 27 Kelurahan Setapuk Besar
menelan biaya Rp. 9.018.000,- yang berasal dari BLM Tahap 1 PNPM Mandiri
Perkotaan Tahun 2013 dan swadaya Masyarakat sebesar Rp. 3.226.000,- berupa tenaga
kerja. Jumlah pemanfaat dari dibangunnya
jalan ini sebanyak 38 KK dimana 19 KK diantaranya adalah berstatus KK Miskin. Selain
itu, dengan dibangunnya jalan ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di
luar RT 27 yang mempunyai kebun di lokasi pembangunan sehingga penerima manfaat
secara keseluruhan adalah warga baik didalam maupun diluar kelurahan setapuk
besar yang membutuhkan akses untuk aktivitas mereka sehari-hari.
Kegiatan tersebut mulai dikerjakan pada tanggal 27
Januari 2014 dan selesai pada tanggal 8 Februari 2014 dan pasca penyelesaian
pekerjaan tersebut masyarakat disekitar pembangunan jalan mengaku sangat
bersyukur dengan direalisasikannya kegiatan yang telah mereka usulkan. Bentuk
kesyukuran dan dukungan kemudian dibuktikan oleh warga sekitar dengan melakukan
gotong royong pada saat pelaksanaan kegiatan. Warga pun berharap agar kondisi
jalan tersebut tetap dalam kualitas yang baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam
jangka waktu yang lama karena kegiatan ini dilaksanakan dari, oleh dan untuk
warga, untuk itu mereka pun membentuk Kelompok yang bertanggungjawab untuk menggerakkan
masyarakat dalam memelihara prasarana tersebut.
Semoga dengan pelibatan masyarakat sejak dini dalam
proses pembangunan dapat terus menjadi upaya untuk menggali dan memupuk rasa
kepedulian masyarakat bahwa mereka dapat berperan sebagai subjek dan bagian
dari pelaku pembangunan dan bukan sebagai objek penerima manfaat semata
sehingga rasa kepemilikan terhadap aset yang telah dirintis dan dibangun
bersama dapat tercipta dan terjaga.
Maju terus masyarakatku.... dengan bersama maka kita
bisa...!
Contact
Person :
Bpk.
Irwan HP.082148285950
LKM
MERAH PUTIH KEL. SETAPUK BESAR
Rabu, 23 April 2014
Beringin Putri Itu, Kini Berbuah Kelapa
Berawal
dari kelompok Pertanian yang usaha pokoknya hanya bercocok tanam padi, melalui PNPM Mandiri Perkotaan KSM Beringin Putri sekarang
berkembang menjadi usaha pengolahan buah kelapa. Ibu Hamdah berupaya agar
potensi sumber daya alam yang ada di sekitarnya tidak hanya menjadi objek cuci
mata saja.
Ibu Hamdah, seorang ibu sebagaimana ibu-ibu lainnya di dunia pasti memiliki niat untuk berupaya meningkatkan perekonomian keluarga serta orang-orang disekitarnya. Namun, Ibu yang tinggal di Jalan Ratu sepudak No. 30 RT. 8 RW 2 Kelurahan Setapuk Kecil Kecamatan Utara Kota Singkawang Kalimantan Barat ini memiliki sekelumit kisah suka duka nya mengembangkan usaha, namun sejak terlibat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan ia mulai menorehkan tinta emas kiprahnya di Bumi Khatulistiwa ini. Berikut kisah perjalanan hidupnya.....
Kelompok Tani BERINGIN
PUTRI dimana Ibu Hamdah mulai berkiprah, dibentuk pada tahun 1995, tepatnya
pada bulan Oktober 1995 oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan sebagai salah satu
Kelompok usaha
tani
di kelurahan
Setapuk Kecil. Awalnya kelompok
tani
ini sudah terbentuk lebih kurang 30 (tiga puluh) tahun yang lalu tetapi belum
ada penamaan generik
pada masa itu.
Tujuan dibentuknya kelompok tani BERINGIN PUTRI adalah sebagai wadah untuk meningkatkan penghasilan khususnya anggota kelompok dan masyarakat setapuk kecil pada umumnya melalui usaha pertanian. Pada tahun 2011 kelompok tani BERINGIN PUTRI yang diwakili oleh Ibu Hamdah sebagai Ketua Kelompok Mewakili Kota Singkawang mengikuti Studi banding khususnya dibidang Pertanian dan Kehutanan di Kota Yogyakarta tepatnya pada CV. REPINDO. Dari hasil studi banding tersebut Ibu Hamdah termotivasi untuk lebih giat berusaha tidak hanya mengandalkan hasil bercocok tanam saja namun mencoba melihat potensi didaerahnya yaitu buah kelapa untuk pengembangan produk-produk lain yang dapat meningkatkan derajat hidupnya serta orang-orang disekitarnya.
Ibu Hamdah, seorang ibu sebagaimana ibu-ibu lainnya di dunia pasti memiliki niat untuk berupaya meningkatkan perekonomian keluarga serta orang-orang disekitarnya. Namun, Ibu yang tinggal di Jalan Ratu sepudak No. 30 RT. 8 RW 2 Kelurahan Setapuk Kecil Kecamatan Utara Kota Singkawang Kalimantan Barat ini memiliki sekelumit kisah suka duka nya mengembangkan usaha, namun sejak terlibat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan ia mulai menorehkan tinta emas kiprahnya di Bumi Khatulistiwa ini. Berikut kisah perjalanan hidupnya.....
Tujuan dibentuknya kelompok tani BERINGIN PUTRI adalah sebagai wadah untuk meningkatkan penghasilan khususnya anggota kelompok dan masyarakat setapuk kecil pada umumnya melalui usaha pertanian. Pada tahun 2011 kelompok tani BERINGIN PUTRI yang diwakili oleh Ibu Hamdah sebagai Ketua Kelompok Mewakili Kota Singkawang mengikuti Studi banding khususnya dibidang Pertanian dan Kehutanan di Kota Yogyakarta tepatnya pada CV. REPINDO. Dari hasil studi banding tersebut Ibu Hamdah termotivasi untuk lebih giat berusaha tidak hanya mengandalkan hasil bercocok tanam saja namun mencoba melihat potensi didaerahnya yaitu buah kelapa untuk pengembangan produk-produk lain yang dapat meningkatkan derajat hidupnya serta orang-orang disekitarnya.
Kamis, 03 April 2014
Kabupaten Ketapang Lakukan MoU dengan TNP2K
Untuk mendorong upaya perbaikan pelayanan pendidikan di tiga Kabupaten, Pada hari ini bertempat di kantor sekretariat TNP2K dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dengan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Keerom. Penandatangan dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif TNP2K, Bambang Widianto dengan Bupati Ketapang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Bapak Mahyuddin, Bupati Kaimana Matias Mairuma dan Bupati Keerom Yusuf Wally.
Nota
kesepahaman ini bertujuan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan uji coba
peningkatan akuntabilitas dan pelayanan pendidikan di daerah terpencil
khususnya ketiga kabupaten tersebut.
Dalam
kesempatan ini Bambang Widianto menyampaikan, “Dengan penandatanganan kerjasama
ini, diharapkan ada peningkatan signifikan terhadap pelayanan pendidikan di
daerah terpencil yang selanjutnya dapat diadaptasi oleh provinsi lainnnya, yang
dimulai dari tahun 2014-2017,” ujarnya saat membuka acara tersebut.
Selasa, 01 April 2014
Terbanglah yang jauh lagi tinggi, sampai bangsa ini maju hingga ke pelosok negeri.
Langkah pasti menuju Lokasi Training of Trainer (TOT) dan Expert Group Meeting (EGM) di Serpong, Tanggerang Banten bagi seluruh tenaga ahli PNPM Mandiri Perkotaan se-Indonesia.... bersiap menerima amanah dan melanjutkan kemanfaatan buat negeri....
Langganan:
Postingan (Atom)








