PNPM Mandiri Perkotaan

PNPM Mandiri Perkotaan
Bersama Membangun Kemandirian

Senin, 19 Mei 2014

Sepatu Lionel Messi Mengandung Zat Berbahaya

JAKARTA – Organisasi pecinta lingkungan, Greenpeace, mengungkapkan adanya sejumlah perlengkapan olahraga di Piala Dunia 2014 yang mengandung bahan kimia berbahaya. Salah satu perlengkapan tersebut adalah sepatu penyerang Argentina, Lionel Messi.
Berdasarkan investigasi mereka yang berjudul ‘Kartu Merah Untuk Merek-merek Perlengkapan Olahraga’, Greenpeace menemukan sepatu, sarung tangan penjaga gawang, dan seragam yang diproduksi oleh produsen perlengkapan olahraga Adidas, Nike, dan Pumamengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
Laboratorium independen Greenpeace menemukan bahan kimia seperti Perfluorinated chemicals (PFC), nonylphenolethoxylates (NPEs), phthalates, dan dimetilformamida (DMF) terkandung dalam produk-produk mereka.  
Dari sejumlah produk yang mengandung zat berbahaya adalah sepatuAdidas F50. Sepatu ini biasanya digunakan oleh bintang Argentina dan Barcelona, Lionel Messi.
Bahan-bahan kimia itu dapat terlepas ke lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Beberapa dari zat tersebut berpotensi menyebabkan kanker, mengganggu sistem hormon, dan menghambat reproduksi.
“Sejumlah 17 dari 21 sepatu bola mengandung berbagai PFC ionik. Bagian atas tekstil dari 13 sepatu bola. PFOA ini diatas batas regulasi Uni Eropa pada tekstil (1µg/m2) dimana pemasaran dan penggunaannya telah dilarang untuk kegunaan tertentu sejak 2008,” jelas Ahmad Ashov, juru kampanye Detox Greenpeace Indonesia ditemui Tribunnews.com di Senayan, Senin (19/5/2014).
Konsentrasi tertinggi dari PFOA (14,5µg/m2) terdapat di sepatu AdidasPredator. Sedangkan konsentrasi tinggi dari PFOA (5,93µg/m2) terdapat di sepatu Nike Tiempo. Selain itu, dua dari empat sarung tangan penjaga gawang mengandung PFC ionik. Sarung TanganAdidas Predator mengandung 1,96µg/m2.
Zar PFBS, jenis PFC persisten lainnya, ditemukan di 11 produk pada konsentrasi di atas 1µg/m2. Produk-produk itu antara lain sepatuAdidas Predator  yang diproduksi di Indonesia dan dijual di Jerman (37,9µg/m2).
Sepatu Nike Mercurial, diproduksi di Cina dan dijual di Jerman (189µg/m2) pada analisa pertama dan 7,91µg/m2 pada analisa keduaSepatu Puma evoSpeed (34,1µg/m2).
Zat Nonylphenol ethoxylates (NPEs) ditemukan pada bola resmi Piala Dunia FIFA, Brazuca, (20mg/kg). NPEs juga ditemukan pada 16 dari 21 pasang sepatu bola (1,2-40mg/kg), dua dari epat pasang sarung tangan (27-76mg/kg), serta satu dari tujuh jersey (2,1mg/kg).
Sedangkan zat Phthalates ditemukan pada semua sepatu bola (2,6-150mg/kg). Selain itu tiga dari empat pasang sarung tangan (3,8-63.000mg/kg), dan empat dari tujuh pakaian (14,8-153,000mg/kg).
Konsentrasi phthalates yang sangat tinggi ditemukan pada cetakan plastisol dari jersey Adidas yang dibuat dan dijual di Argentina (15% phthalates), pada ikat pergelangan sarung tangan Puma (6%phthalates) dibuat di Ukraina dan dijual di Italia.
“Kandungan yang sangat tinggi menunjukkan kesengajaan penggunaan. Ini bertentangan dengan kebijakan merek-merek tersebut dan berada di atas ambang batas mereka sendiri,” ujar Ahmad. 
Belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan pemegang lisensi merek perlengkapan peralatan olahraga tersebut terkait data yang dilansirGreenpeace tersebut.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/superball/2014/05/19/sepatu-lionel-messi-mengandung-zat-berbahaya

Rabu, 14 Mei 2014

Perwakilan PNPM Mandiri Perkotaan hadiri Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD Kota Pontianak 2015-2019


PONTIANAK. Rabu, 14 Mei 2014 bertempat di Hotel Mahkota Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak selenggarakan konsultasi publikdalam upaya penyempurnaan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak Tahun 2015-2019.
Konsultasi publik adalah Forum komunikasi dan diskusi para pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat kota untuk mematangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota yang disusun berdasarkan kompilasi seluruh Rancangan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dengan cara meninjau keserasian antara seluruh program, indikator dengan visi, misi, tujuan, sasaram, strategi yang hasilnya digunakan untuk pemutakhiran dan finalisasi RPJM Kota Pontianak 2015-2019.

Keberadaan Konsultasi Publik secara resmi dalam proses perencanaan adalah satu kesempatan untuk benar-benar menerapkan prinsip pendekatan bottom up (bottom up planning). Jika dikaitkan dengan proses penganggaran, proses partisipatif merupakan salah satu tahapan dimana kebutuhan masyarakat bisa diidentifikasi dan dianggarkan.

Penyelenggaraan Konsultasi Publik ini dilakukan sebagai upaya menjabarkan salah satu amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah khususnya menyangkut proses penyusunan RPJM Daerah. Hasil masukan, saran dan pendapat publik dalam konsultasi publik menjadi dasar bagi tim kerja Bappeda untuk menyusun finalisasi dokumen RPJM yang akan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Pontianak tentang RPJM yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan rencana tahunan.

Dalam pelaksanaannya, setelah diawali dengan seremoni pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan secara klasikal dimana seluruh peserta baik dari unsur pemerintah kota dan perwakilan masyarakat termasuk turut hadir pula dari TA Local Goverment OC 3 Kalbar dan Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan yang dihadiri langsung oleh Korkot Kota Pontianak Heri Purwanto serta Assisten Korkot, Peserta dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu Kelompok Bidang Sosial Budaya, Kelompok Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur Perkotaan dan Kelompok Bidang Ekonomi.

Salah satu yang menjadi konsen rekan-rekan dari PNPM Mandiri Perkotaan untuk dibahas dan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan mengakomodir secara khusus mengenai isu penanggulangan kemiskinan dimana pada prinsipnya isu penanggulangan kemiskinan telah masuk dalam poin skenario, strategi dan arah kebijakan program dimana dalam 5 tahun masa perencanaan telah menyebutkan upaya pemkot Kota Pontianak untuk mereduksi kemiskinan namun dalam penyusunan turunan kebijakan, program pembangunan dan indikasi Rencana Program Prioritas dan penganggaran belum secara spesifik mencantumkan bentuk program pengentasan kemiskinan yang diharapkan dapat menjadi intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan yang dapat terukur ditiap tahunnya, sehingga menurunnya angka kemiskinan bukanlah upaya alami yang terjadi di level masyarakat semata namun benar-benar by design dilakukan pemerintah sehingga target penurunan angka kemiskinan bisa tercapai diakhir perencanaan.

Berdasarkan Perpres nomor 15 tahun 2010 tentang percepatan Penanggulangan Kemiskinan pada Pasal 3 serta Permendagri nomor 42 tahun 2010 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Propinsi dan Kabupaten/Kota pada Pasal 4 dimana terdapat 4 strategi penanggulangan kemiskinan yaitu a. mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin; b. meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin; c. mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha ekonomi mikro dan kecil; dan d. mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, diharapkan strategi ini juga dapat menjadi rujukan untuk penyusunan strategi penanggulangan kemiskinan di Kota Pontianak dan tercermin ke dalam program prioritas yang dijabarkan pada Renja SKPD.

Korkot Kota Pontianak dalam kesempatannya menyampaikan tanggapan juga mengingatkan kembali bahwa Kota Pontianak memiliki "pekerjaan rumah" untuk menyusun dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sehingga diharapkan dokumen SPKD tersebut menjadi rujukan bagi pembuatan kebijakan dan program kota khususnya dalam penanggulangan kemiskinan yang perlu ditangani secara multi sektor.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemkot menyatakan terimakasih karena telah mengingatkan agar program penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu fokus dalam RPJMD Kota Pontianak dan untuk kemudian perlu dilakukan koordinasi dengan semua SKPD agar upaya penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu fokus perhatian khususnya pada SKPD terkait karena memang telah menjadi arah kebijakan prioritas kota.

Semoga forum-forum strategis seperti ini menjadi salah satu sarana mengarusutamakan isu kemiskinan yang secara konkret berwujud kedalam penyusunan kebijakan Kota.

(As)

Selasa, 13 Mei 2014

Kembali rapatkan barisan, OC-3 Kalbar gelar Rapat Konsolidasi

PONTIANAK. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan (PNPM MPk) di Provinsi Kalimantan Barat dimulai sejak tahun 2004. Dalam pelaksanaannya, PNPM Mandiri Perkotaan diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pencapaian sasaran Millenium Development Goals (MDG’s). Program ini dinilai sangat strategis karena menyiapkan landasan kemandirian masyarakat, yakni dengan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan kepemimpinan masyarakat yang representatif, mengakar dan kondusif bagi perkembangan modal sosial (social capital) masyarakat di masa mendatang.

Di Kalimantan Barat, program ini dilaksanakan di 88 kelurahan atau desa, 14 kecamatan dan 5 kabupaten/kota dimana PNPM MPk dibawah kendali Oversight Consultant (OC)-3 Kalimantan Barat secara konsisten dan intensif terus mendampingi perjalanan program diseluruh Lokasi dampingan PNPM baik ditingkat masyarakat maupun pemerintah daerah.

Dalam rangka evaluasi pencapaian kinerja dan progress pendampingan di Triwulan pertama tahun 2014 di OC-3 Kalbar, maka diselenggarakanlah kegiatan Rapat Konsolidasi Bertempat di ruang pertemuan cafe Jireh Pontianak, Selasa 13 mei 2014 dimulai pukul 09.00 WIB dengan melibatkan Team leader dan seluruh Tenaga Ahli di tingkat KMW bersama perwakilan Konsultan di tingkat Kabupaten/Kota dengan menghadirkan Koordinator Kota/Assisten CD Mandiri serta Assisten Manajemen Data (Asmandat).

Berdasarkan Surat TL KMP Wilayah I No. 147/KMP Wil.I/VI/2013 tanggal 07 Juni 2013 tentang Rekomendasi Kegiatan Konsolidasi KMW OC-3 Provinsi DKI Jakarta, Kalbar, dan Banten, maka KMW Kalbar mengagendakan Pelaksanaan Konsolidasi KMW Ke-4 dengan peserta 17 orang. Evaluasi Progres Lapangan dan Strategi Pencapaian Target sampai dengan Maret (Triwulan I) 2014. Selain itu dari hasil Rakor Program Director (PD) dan Team Leader (TL) tanggal 18-20 Februari 2014 di Bandung, maka perlu disampaikan segera isu-isu dan informasi terbaru kebijakan pelaksanaan program tahun 2014 untuk dapat segera ditindaklanjuti seluruh jajaran pelaku program di KMW Kalbar.

Dari pelaksanaannya, Momentum rapat ini benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh peserta dengan mendiskusikan capaian pendampingan dilapangan terkait progress, kendala dan target serta hal-hal strategis-substansial agar implementasi program semakin efektif memberikan pengaruh pada sebesar-besarnya pengentasan kemiskinan.
Saat tulisan ini dibuat, waktu menunjukkan pukul 16.15 WIB masih berlangsung dengan seru diskusi berkenaan dengan pencapaian kinerja kelembagaan dan persiapan pemilu BKM di 52 Kelurahan/Desa se-Kalimantan Barat....
Semoga segala usaha untuk mencurahkan pemikiran terbaik ini dapat menjadi bagian peta jalan panjang penanggulangan kemiskinan di negeri ini.....

Bersambung


Senin, 12 Mei 2014

Anak Paling Durhaka, Tidak Tahu Ibunya Telah Menjadi Tulang di Kamar Sebelah

dakwatuna.com – Kuwait. Telah terjadi hal yang sangat aneh di Kuwait. Seperti sebuah cerita rekaan, tapi benar-benar terjadi. Dua orang anak perempuan tidak mengetahui bahwa ibu mereka telah meninggal dunia 8 bulan yang lalu. Padahal mereka hidup dalam flat yang sama. Baru diketahui setelah tubuh ibu mereka mengurai dan hanya tinggal baju dan tulang belulang dibalut baju. Seperti diberitakan Today’s Opinion, Kamis (24/4/2014).
Surat kabar Kuwait, Al-Wathan, Rabu (23/4/2014) mengabarkan bahwa hasil otopsi menunjukkan ibu tua itu meninggal 8 bulan yang lalu. Sedangkan intelijen menyatakan tidak ada unsur pidana pembunuhan dilakukan oleh kedua anak perempuannya.
Kedua anak telah diperiksa dan terbukti tidak mengetahui perihal kesehatan ibu mereka sejak beberapa bulan sebelumnya, walaupun mereka berdua tinggal bersama ibu mereka. Hal itu menurut pengakuan mereka, karena mereka sibuk dengan pekerjaan harian mengingat mereka termasuk keluarga yang kurang mampu.
Hal itu membuat mereka tidak terpikir untuk mengetahui keadaan ibunya yang terbaring di kamar sebelah. Mereka biasa keluar rumah di pagi hari, dan pulang di malam hari. Mereka kira ibu mereka keluar kamar setiap hari untuk makan, minum dan sebagainya selepas kepergian mereka. Lalu masuk ke kamar lagi untuk kembali tidur seperti biasanya.
Terkuaknya peristiwa tragis ini berawal saat salah seorang anaknya yang lain dan telah lama terbaring di rumah sakit, ingin dan meminta bertemu dengan ibunya. Oleh karena itu, dia dibawa ke rumahnya. Setelah masuk kamar barulah diketahui bahwa ibunya sudah meninggal dan hanya tersisa tulang belulang yang tertutup bajunya. (msa/dakwatuna)
Redaktur: Moh Sofwan Abbas


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/04/25/50297/anak-paling-durhaka-tidak-tahu-ibunya-telah-menjadi-tulang-di-kamar-sebelah/#ixzz31ZWCPfG8 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Minggu, 11 Mei 2014

Kesempatan bagus buat Para UKM


Begitu banyak permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha... khususnya bagi para Usaha Kecil Menengah (UKM)... nah ini ada informasi yang lumayan bagus, kita bisa sharing dan mendapatkan info-info seputar UKM serta bisa mempromosikan produk kita dan membuka peluang jaringan pemasaran baru... lebih lengkap silahkan kunjungi :

www.jutaan-ukm.com

semoga bermanfaat....!
salam Pemberdayaan

OC 3 Kalbar PNPM Mandiri Perkotaan